Ngontrol emosi lbh berat drpd ngntrol pkiran...
pkoknya smw yg berhub ama emosi trutama yg brhub
ama rasa ( kesel, marah, sedih, seneng, suka, sayang, cinta, de el el )
klo gk ke kntrol, bs over...
pengaplikasian action-nya jg bisa ngefek jd ngbuang waktu, energi, materi dan pikiran jadi gak efektif bahkan sia-sia.
Skg ini byk org di umur 20thnan yg udah jaya.
ada juga yg mpe tua gk prnh mndptkannya...
lalu apa yg mmbedakannya?
“Kontrol pikiran dan emosi.”, 2 hal ini yg mngantarkannya....
Jgn prnh brfikir klo ini sesuatu yg sulit...
Sulit itu karena tdk tau caranya.... ^_^
cm perlu rule waktu tuk mncapainya, alias berfase.
bkin target tepat.... fokus... jelas..... and ACTION !!!
karena jika suatu saat pkiran dan perasaan/emosi ini udah matang,
istilah kontrol pkiran dan emosi akan otomatis tergeser.
tergeser oleh apa????
ada istilah yang namanya "Unloose Mind and Emotion Power".
Melepaskan kekuatan pikiran dan emosi,
ini yang terlalu cepat dilakukan oleh orang2 kbnyakan, belum tentu yg ada di pkiran mrk itu benar dan belum tentu jg apa yang dirasakan emosi mereka itu benar, tapi dah maen action aja... akibatnya timbul masalah... lalu timbul masalah di atas masalah... dan terus timbul masalah-masalah lanjutan.... akhirnya waktu hidupnya cm habis tuk ngurusin masalah gak penting. Mgkn jg pada saat yg bersamaan muncul sisi buruknya, terus jadi kebiasaan buruk, akhirnya permanen jadi sifat buruk, dan endingnya jadi makhluk terkutuk. Hahay....
Lalu kapan bisa melepaskan kekuatan pikiran dan emosi ?
“Lepaskan total, ketika mereka sudah matang.”
Gmn klo mrk blm mateng ?
Kembali gunakan sistem kontrol, lengkapi dengan daya ungkit. Yaitu gunakan kekuatan orang lain untuk melengkapinya dan jdikan sbg media pmblajaran.
Mungkin yang jadi pertanyaan besar, bagaimana mengidentifikasi kematangannya ?
Yang pasti, hasil buah pkiran/emosinya adalah win win solution, tidak merugikan pihak manapun. Adapun tingkat kematangannya terbagi menjadi dua, yaitu tingkat kematangan pada fase tertentu dan tingkat kematangan yang memang sudah 100%.
Sejauh yang irwan tau, orang2 sukses udah jarang melakukan yang namanya kontrol emosi/pkiran, kculai saat mengupgrade kualitas emosi/pkiran mrk, atau pada saat terjadi kekacauan emosi/pikiran.
Yg lbih sering mereka lakukan adalah "Unloose Mind and Emotion Power".
Yang mrka lepaskan adlh kekuatan besar dalam diri mrk yg mmg udah mateng (kekuatan ini dmiliki oleh semua orang).
Apapun yg dikerjakan, hasilnya akan bermanfaat tuk org bnyk.
Jadi bisa ditarik benang merahnya, yaitu :
“Pikiran dan emosi memiliki masa. Seperti anak kecil, dia harus diberi pendidikan dan dikontrol aktifitasnya sampai mencapai umur yang cukup. Setelah itu, orang tuanya akan melepaskan si anak tersebut. Begitu jg pikiran dan emosi, harus diberi pendidikan dan dikontrol lebih dulu di masa2 awal, baru setelah mencapai umur yang matang, lepaskan mereka. Jika mereka mengalami kekacauan, gunakan lg sistem kontrol dan daya ungkit untuk upgrade kualitas pkiran dan emosi.”
Dan simpulannya :
Puncak Sukses = Daya Pikir dan Daya Emosi yang Matang
irwan sadar betul, klo ibarat buah, irwan masih hijau bgt.
btuh waktu tuk mencapai kematangan, mgkn titik kematangan inilah yang disebut puncak kedewasaan seseorang.
mungkin sekian dulu artikelnya, karena pkiran ini baru aja terlintas,
so harus cepet2 ditulis for share to someone who maybe need it.
Cacaw.... iRWAn...
|